Jalan Dhoho, Malioboro nya Kota Kediri
Kalau di Jogjakarta ada jalan Malioboro yang tidak pernah sepi dari keramaian, di Kota Kediri juga ada jalan yang menjadi pusat kota dan tidak pernah sepi dari keramaian, yaitu adalah jalan Dhoho.
Jalan Dhoho merupakan salah satu pusat keramaian di Kota Kediri. Di jalan Dhoho dari pagi hingga malam kita dapat menjumpai toko-toko yang menjual beberbagai macam barang. Biasanya toko-toko di jalan Dhoho tutup pada pukul 10 malam.
Tapi jangan khawatir, ini bukanlah akhir dari keramaian di jalan Dhoho. Ketika semua toko sudah tutup, para penjual makanan pun mulai menata dagangannya. Para penjual makanan menjajakan dagangannya di emperan depan toko yang sudah tutup. Inilah yang merupakan awal kehidupan malam di jalan Dhoho.
Penjual di jalan Dhoho menjual makanan yang susah anda jumpai di kota lain, makanan itu ialah nasi pecel dan nasi tumpang. Inilah salah satu daya tarik yang dimiliki jalan Dhoho. Selain cita rasa makanannya yang tidak mengecewakan, harga satu porsi nasi pecel maupun nasi tumpang hanya berkisar antara 4-6 ribu rupiah. Banyak orang-orang dari dalam dan luar kota yang sering berwisata kuliner di jalan Dhoho.
Di jalan Dhoho, biasanya para penjual nasi pecel buka hingga subuh. Ketika semua penjual nasi pecel sudah mulai tutup sekitar pukul 4 pagi, ini bukan saatnya keramaian di jalan Dhoho untuk beristirahat. Karena di pagi hari sudah banyak para penjual bubur ayam dan penjual nasi kuning yang bersiap-siap menjajakan dagangannya.
Di jalan Dhoho ketika pagi hari biasanya digunakan masyarakat Kediri untuk berlari pagi atau sekedar membeli makanan untuk sarapan. Para penjual bubur ayam dan nasi kuning ini biasanya buka hingga pukul 8 pagi. Inilah saat untuk para pemilik toko di jalan Dhoho membuka tokonya.
Inilah yang menjadi penyebab tidak pernah sepinya jalan Dhoho, jalan yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Kediri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar