Jalan Dhoho, Malioboro nya Kota Kediri
Kalau di Jogjakarta ada jalan Malioboro yang tidak pernah sepi dari keramaian, di Kota Kediri juga ada jalan yang menjadi pusat kota dan tidak pernah sepi dari keramaian, yaitu adalah jalan Dhoho.
Jalan Dhoho merupakan salah satu pusat keramaian di Kota Kediri. Di jalan Dhoho dari pagi hingga malam kita dapat menjumpai toko-toko yang menjual beberbagai macam barang. Biasanya toko-toko di jalan Dhoho tutup pada pukul 10 malam.
Tapi jangan khawatir, ini bukanlah akhir dari keramaian di jalan Dhoho. Ketika semua toko sudah tutup, para penjual makanan pun mulai menata dagangannya. Para penjual makanan menjajakan dagangannya di emperan depan toko yang sudah tutup. Inilah yang merupakan awal kehidupan malam di jalan Dhoho.
Penjual di jalan Dhoho menjual makanan yang susah anda jumpai di kota lain, makanan itu ialah nasi pecel dan nasi tumpang. Inilah salah satu daya tarik yang dimiliki jalan Dhoho. Selain cita rasa makanannya yang tidak mengecewakan, harga satu porsi nasi pecel maupun nasi tumpang hanya berkisar antara 4-6 ribu rupiah. Banyak orang-orang dari dalam dan luar kota yang sering berwisata kuliner di jalan Dhoho.
Di jalan Dhoho, biasanya para penjual nasi pecel buka hingga subuh. Ketika semua penjual nasi pecel sudah mulai tutup sekitar pukul 4 pagi, ini bukan saatnya keramaian di jalan Dhoho untuk beristirahat. Karena di pagi hari sudah banyak para penjual bubur ayam dan penjual nasi kuning yang bersiap-siap menjajakan dagangannya.
Di jalan Dhoho ketika pagi hari biasanya digunakan masyarakat Kediri untuk berlari pagi atau sekedar membeli makanan untuk sarapan. Para penjual bubur ayam dan nasi kuning ini biasanya buka hingga pukul 8 pagi. Inilah saat untuk para pemilik toko di jalan Dhoho membuka tokonya.
Inilah yang menjadi penyebab tidak pernah sepinya jalan Dhoho, jalan yang menjadi kebanggaan masyarakat kota Kediri.
Selasa, 11 Maret 2014
Sejarah singkat stadion brawijaya
Sejarah Singkat Stadion Brawijaya Kediri
Lokasi : Kediri, Jawa Timur
Dibangun : Tahun 1983 (Renovasi 2004)
Kandang : Persik Kediri (Super Liga)
Kapasitas : 20.000 Penonton.
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : C+
Sejarah Singkat
Stadion Brawijaya merupakan kebanggaan masyarakat Kediri karena di stadion inilah Persik Kediri menjamu lawan-lawannya. Stadion ini berkapasitas 20.000 penonton, dibangun sejak 1983. Bintang-bintang sepakbola dunia seperti Ahn Jung Hwan pernah bermain di stadion ini.
Stadion ini juga merupakan tempat untuk para atlit-atlit cabang olahraga lain di Kediri sebagai tempat latihan, contihnya seperti olahraga lari, lempar lembing, tolak pluru dan masih banyak olahraga lain. Stadion Brawijaya juga pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan PON JATIM
Saat Persik Kediri bertanding, stadion ini tidak pernah sepi, karena warga Kediri dan sekitarnya sangat antusian untuk mendukung tim Persik Kediri
Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Persik Mania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persik Kediri .
Disekitaran Stadion Brawijaya kita juga dapat menjumpai berbagai macam ruko-ruko yang menyediakan berbagai macam hal, mulai dari ruko yang menjual jersey Persik hingga ruko yang dijadikan rumah makan. Tak heran banyak masyarakat Kediri yang mendatangi Stadion Brawijaya walaupun Persik Kediri tidak berlaga. Disekitaran komplek stadion Brawijaya juga ada beberapa tempat wisata seperti kolam renang Tirtoyoso dan kolam renang Pagora
Lokasi : Kediri, Jawa Timur
Dibangun : Tahun 1983 (Renovasi 2004)
Kandang : Persik Kediri (Super Liga)
Kapasitas : 20.000 Penonton.
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : C+
Sejarah Singkat
Stadion Brawijaya merupakan kebanggaan masyarakat Kediri karena di stadion inilah Persik Kediri menjamu lawan-lawannya. Stadion ini berkapasitas 20.000 penonton, dibangun sejak 1983. Bintang-bintang sepakbola dunia seperti Ahn Jung Hwan pernah bermain di stadion ini.
Stadion ini juga merupakan tempat untuk para atlit-atlit cabang olahraga lain di Kediri sebagai tempat latihan, contihnya seperti olahraga lari, lempar lembing, tolak pluru dan masih banyak olahraga lain. Stadion Brawijaya juga pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan PON JATIM
Saat Persik Kediri bertanding, stadion ini tidak pernah sepi, karena warga Kediri dan sekitarnya sangat antusian untuk mendukung tim Persik Kediri
Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Persik Mania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Persik Kediri .
Disekitaran Stadion Brawijaya kita juga dapat menjumpai berbagai macam ruko-ruko yang menyediakan berbagai macam hal, mulai dari ruko yang menjual jersey Persik hingga ruko yang dijadikan rumah makan. Tak heran banyak masyarakat Kediri yang mendatangi Stadion Brawijaya walaupun Persik Kediri tidak berlaga. Disekitaran komplek stadion Brawijaya juga ada beberapa tempat wisata seperti kolam renang Tirtoyoso dan kolam renang Pagora
Langganan:
Komentar (Atom)


